Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menggelar Studium Generale pada Jumat (20/02) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kedua semester ini, tema yang diangkat adalah “Digital Forensik dan Kariernya di Era Digital”. Sebagai narasumber dalam kesempatan ini adalah Josua M. Sinambela, M.Eng., CEO PT Analis Forensik Digital sekaligus alumnus DTETI angkatan 2000. Dalam pemaparannya, Josua menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa konsekuensi munculnya berbagai modus kejahatan baru di ruang digital. Di sinilah peran digital forensik menjadi krusial, yakni untuk menelusuri, menganalisis, dan memastikan keabsahan bukti digital agar dapat digunakan dalam proses hukum.
Ia juga memaparkan ragam cabang dalam digital forensik, mulai dari investigasi perangkat komputer dan jaringan, analisis perangkat mobile, hingga penelusuran bukti di lingkungan cloud dan media sosial. Tantangan yang dihadapi pun tidak ringan, seperti enkripsi data, teknik penghapusan jejak digital, serta besarnya volume data yang harus dianalisis dalam waktu terbatas. Menurut Josua, seorang praktisi forensik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga integritas, ketelitian, serta pemahaman aspek hukum yang memadai.
Pada bagian akhir sesi, pembahasan beralih pada peluang karier. Josua menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga ahli di bidang digital forensik dan keamanan siber terus meningkat, baik di sektor pemerintahan, penegakan hukum, perbankan, maupun industri swasta. Profesi seperti forensic analyst, incident responder, hingga expert witness menjadi bagian penting dalam ekosistem keamanan digital saat ini. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kompetensi sejak dini, memperkuat dasar sistem dan jaringan, mengasah kemampuan pemrograman, serta aktif mengikuti pelatihan maupun sertifikasi profesional.
Melalui kegiatan ini, DTETI UGM berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep digital forensik secara teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang di bidang tersebut. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi kebutuhan industri di era transformasi digital. (EFJ)






Leave a Reply