Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (13/03) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Beyond Studying Science or Engineering: What Is STEAM Education?” Kegiatan ini menghadirkan Aishah Prastowo, D.Phil, Principal Praxis High School sekaligus penerima beasiswa LPDP untuk studi doktoral di University of Oxford. Dalam pemaparannya, Aishah Prastowo menjelaskan bahwa pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menyelesaikan permasalahan nyata secara kreatif dan inovatif. Berbeda dengan pendekatan pembelajaran yang hanya berfokus pada penguasaan teori, STEAM mendorong peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses pemecahan masalah melalui pendekatan interdisipliner dan berbasis proyek.
Ia menjelaskan bahwa dalam pendekatan STEAM, proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek sains dan teknologi, tetapi juga melibatkan unsur seni dan desain yang berperan penting dalam menumbuhkan kreativitas, empati, serta kemampuan komunikasi. Integrasi tersebut memungkinkan peserta didik mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Aishah juga memaparkan bahwa salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran STEAM adalah design thinking, yang melibatkan beberapa tahapan seperti empathize, define, ideate, prototype, dan test. Melalui tahapan tersebut, siswa diajak memahami permasalahan secara mendalam, merancang berbagai ide solusi, mengembangkan prototipe, serta menguji dan memperbaiki solusi yang dihasilkan. Proses ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Sebagai kepala sekolah di Praxis High School, sebuah sekolah alternatif berbasis STEAM di Sleman, Aishah juga membagikan pengalaman mengenai implementasi kurikulum STEAM dalam praktik pendidikan. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah tersebut dirancang melalui proyek-proyek lintas disiplin yang mencakup bidang engineering, science, art, dan business, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, ia menekankan pentingnya keterampilan masa depan seperti literasi digital, pemrograman, kecerdasan buatan, keberlanjutan (sustainability), serta manajemen proyek sebagai bagian dari kurikulum STEAM. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan desain, serta pemahaman tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahan di dunia nyata. Melalui kegiatan ini, DTETI UGM berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang keteknikan, tetapi juga memahami pentingnya pendekatan interdisipliner dan inovatif dalam pendidikan serta pengembangan teknologi. (EFJ)








Leave a Reply