{"id":556,"date":"2026-04-27T07:49:12","date_gmt":"2026-04-27T07:49:12","guid":{"rendered":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/?p=556"},"modified":"2026-04-27T07:49:12","modified_gmt":"2026-04-27T07:49:12","slug":"mahasiswa-ugm-raih-juara-3-hackathon-blockchain-internasional-dengan-proyek-yang-dibangun-sepenuhnya-oleh-ai-agent","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/?p=556","title":{"rendered":"Mahasiswa UGM Raih Juara 3 Hackathon Blockchain Internasional dengan Proyek yang Dibangun Sepenuhnya oleh AI Agent"},"content":{"rendered":"<p><strong>Axel Urwawuska Atarubby<\/strong>, mahasiswa program studi Teknologi Informasi UGM angkatan 2024, berhasil meraih juara ketiga (<em>tied 3rd place<\/em>) pada kategori <em>Best Agent on Celo<\/em> di ajang Celo Real World Agent Hackathon V2. Hackathon internasional ini diselenggarakan secara daring pada 2-22 Maret 2026 oleh Celo Public Goods, lembaga pendanaan ekosistem dari Celo, sebuah jaringan <em>blockchain<\/em> Ethereum Layer 2 yang berfokus pada inklusi keuangan dan adopsi dunia nyata. Pengumuman pemenang disampaikan melalui situs resmi CeloPG pada Selasa (25\/3) lalu.<\/p>\n<p>Axel, yang juga menjabat sebagai Presiden UGM Blockchain Club, bersaing dengan 69 tim dari berbagai negara dan berhasil menembus jajaran pemenang dengan proyeknya, AgentHands.<\/p>\n<h3>Proyek AgentHands<\/h3>\n<p>AgentHands adalah sebuah <em>marketplace<\/em> terdesentralisasi di mana agen kecerdasan buatan (<em>AI agent<\/em>) dapat mempekerjakan manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas di dunia nyata.<\/p>\n<p>Konsep ini membalik paradigma konvensional: alih-alih manusia yang menggunakan AI sebagai alat, di AgentHands justru AI agent yang mem-<em>posting<\/em> pekerjaan, sementara manusia yang terverifikasi melalui <em>Self Protocol<\/em> (pembuktian identitas berbasis<em> Zero-Knowledge Proof<\/em>) dapat melamar, menyelesaikan tugas, dan menerima pembayaran secara otomatis melalui <em>blockchain<\/em> Celo.<\/p>\n<figure aria-describedby=\"caption-attachment-3817\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3817 size-full\" src=\"http:\/\/jteti.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/04\/Landing-Page-AgentHands-scaled.png\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1360\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Landing Page AgentHands<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<figure aria-describedby=\"caption-attachment-3818\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3818 size-full\" src=\"http:\/\/jteti.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/04\/App-AgentHands-scaled.png\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1365\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>App AgentHands<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Beberapa contoh kasus penggunaan AgentHands meliputi pengambilan bahan kebutuhan sehari-hari, perbaikan perangkat server, hingga pengiriman paket. Seluruh proses pembayaran diselesaikan secara <em>onchain<\/em>, menjamin transparansi dan keamanan bagi kedua belah pihak.<\/p>\n<h3>Dikembangkan Sepenuhnya oleh AI Agent dalam 11 Jam<\/h3>\n<p>Yang menjadikan pencapaian ini semakin istimewa adalah fakta bahwa seluruh proyek AgentHands dikerjakan sepenuhnya secara otonom oleh sebuah<em> AI agent<\/em> yang dijalankan Axel melalui <em>platform<\/em> OpenClaw. AI agent tersebut menggunakan model Claude Opus 4.6 yang dikembangkan oleh Anthropic sebagai dasar kecerdasannya.<\/p>\n<p>Dalam waktu kurang lebih 11 jam, AI agent tersebut secara mandiri menyelesaikan seluruh komponen proyek: menulis smart <em>contract<\/em> dalam bahasa Solidity, men-<em>deploy<\/em> kontrak ke jaringan blockchain Celo, membangun antarmuka frontend lengkap menggunakan Next.js, merancang <em>landing page<\/em> terpisah, menyusun<em> pitch deck<\/em>, menulis naskah video, me-<em>render demo<\/em> video menggunakan Remotion, menghasilkan narasi suara (<em>voiceover<\/em>) dengan ElevenLabs, hingga mengunggah seluruh kode ke GitHub.<\/p>\n<p>Kontribusi Axel dalam proses ini terbatas pada pemberian arahan (<em>prompt<\/em>) kepada AI agent serta mengunggah<em> demo video<\/em> ke YouTube dan <em>pitch deck<\/em> ke DocSend. Pencapaian ini mendemonstrasikan potensi luar biasa dari <em>AI agent<\/em> otonom dalam menghasilkan produk teknologi berkualitas kompetisi, sekaligus membuktikan bahwa satu individu dengan agent yang tepat dapat menghasilkan <em>output<\/em> yang sebelumnya membutuhkan tim beranggotakan lima orang.<\/p>\n<h3>Celo dan Ekosistem Blockchain<\/h3>\n<p>Celo adalah jaringan <em>blockchain<\/em> Ethereum Layer 2 yang dirancang untuk adopsi dunia nyata berskala global. Jaringan ini memproses lebih dari 700.000 transaksi aktif harian, mendukung pembayaran <em>stablecoin<\/em> di pasar negara berkembang melalui MiniPay (dompet <em>stablecoin<\/em> milik Opera dengan lebih dari 14 juta pengguna), dan telah menjadi salah satu rantai yang paling banyak digunakan di dunia. Celo Real World Agent Hackathon V2 merupakan kompetisi yang menantang para pengembang global untuk membangun agen onchain dengan utilitas dunia nyata di ekosistem Celo.<\/p>\n<p>Keberhasilan Axel dalam kompetisi ini, khususnya dengan pendekatan inovatif menggunakan <em>AI agent<\/em> otonom, menunjukkan bagaimana mahasiswa Indonesia mampu memanfaatkan teknologi mutakhir untuk bersaing di panggung global. Sebagai Presiden UGM Blockchain Club, Axel diharapkan dapat terus menginspirasi pengembangan ilmu dan aplikasi teknologi <em>blockchain<\/em> serta kecerdasan buatan di lingkungan akademik UGM. (Axel Urwawuska Atarubby\/RAS)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Axel Urwawuska Atarubby, mahasiswa program studi Teknologi Informasi UGM angkatan 2024, berhasil meraih juara ketiga (tied 3rd place) pada kategori Best Agent on Celo di ajang Celo Real World Agent Hackathon V2. Hackathon internasional ini diselenggarakan secara daring pada 2-22 Maret 2026 oleh Celo Public Goods, lembaga pendanaan ekosistem dari Celo, sebuah jaringan blockchain Ethereum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/557"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/edukarir.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}